CI pada sapi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu perkawinan pertama setelah partus, S/C, dan lamanya kebuntingan. Faktor yang mempengaruhi jarak waktu pertama kali dikawinkan pasca melahirkan adalah umur penyapihan pedet, dengan alasan anak yang masih menyusu akan menunda datangnya kembali birahi pertama pasca melahirkan. Menurut Nuryadi
Kejadian retensio plasenta pada sapi tersebut dapat disebabkan oleh distokia karena induk sapi Bali melahirkan pedet Simental yang merupakan ras sapi berukuran besar. AHTCS (2011) menjelaskan bahwa distokia merupakan salah satu penyebab terjadinya retensio plasenta.
Penulis) Torsio uterus adalah rotasi atau perputaran uterus bunting pada sumbu memanjangnya. Torsio uteri merupakan salah satu penyebab distokia yang dapat berakibat kematian pedet dan pengafkiran induk. Torsio uteri terjadi selama trimester terakhir kebuntingan atau saat proses melahirkan. Torsio pasca-serviks (uterus) lebih sering terjadi
Kejadian kawin berulang pada sapi potong dapat merugikan peternak yaitu karena menyebabkan jarak beranak menjadi lebih panjang sehingga induk tidak dapat melahirkan pedet satu kali dalam satu tahun. Berbagai cara untuk mengatasi kawin berulang telah dilakukan, namun hasilnya belum optimal.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.
penanganan induk sapi pasca melahirkan